Sandaran Hati, Sandaran Hidup

04Jan10

Semoga Allah mengaruniakan ilmu yang mampu membuat kita semakin mengenal Allah, mencintai, dan memiliki keyakinan cukup hanya Allah di hati ini, sebagai pujaan, tumpuan, sandaran setiap harapan.

Syarat diterima suatu amal adalah niat yang ikhlas, amal yang benar, dan hati yang senantiasa tawakkal. Andaikan Allah menuntut semua ini harus diterima, tampaknya tidak ada amal kita yang bisa diterima. Shalat jarang khusyuk jarang ikhlas, menolong orang juga jarang karena Allah, begitupun saat kita bersedekah banyak riya nya. Kita berbuat sesuatu sering lebih karena rindu ingin pujian dan penghargaan. Ketahuilah hanya karena Allah masih menutupi aib kita masih dianggap beramal shaleh. Andaikan Allah membuka amal kita yang sebenarnya, tidak ada satupun kelihatannya amal kita yang akan diterima.

Karunia Allah yang sangat besar yang harus kita syukuri Allah menutup-nutupi aib, kejelekan, dan kekurangan kita. Sehingga orang lain masih menghargai kita. Dan pada saat yang sama pula Allah justru membukakan amal-amal kita yang sebetulnya amal kita amat sangat jelek. Orang menyangka kita ini orang shaleh, orang baik, padahal Allah tahu diri kita yang sebenarnya.

Maka jangan bangga oleh pujian, jangan juga memburu pujian makhluk. Jangan terluka oleh cacian.

Kalau kita ingin dipuji makhluk! Ketahuilah makhluk tidak punya apa-apa, dia pasti mati. Tapi kalau ingin dipuji Allah, Allah lah yang menggenggam segala-galanya. Kalau kita takut dicaci oleh makhluk, ketahuilah makhluk tidak punya apa-apa, hanya kata-kata. Kita tidak bisa terluka tanpa izin Allah, takutlah hanya oleh caci dan murka Allah.

Oleh karena itu, kalau kita mau beramal, berusahalah sekuat tenaga dari awal bahwa saya melakukan ini bukan untuk apapun kecuali Allah. Tidak perlu mengharapkan balas budi dari orang, bahkan ucapan terima kasih pun lupakan. Sepanjang kita yakin di jalan Allah, lakukan!! Orang yang hatinya dalam penguasaan Allah bisa memuji dengan izin Allah, mencaci juga dengan izin Allah.

Oleh karena itu, puji dan caci jangan sampai menodai niat kita. Fokuskan kepada apakah yang kita lakukan ini benar!! Fokuskan apakah yang kita lakukan ini tidak melanggar!! Konsisten!! Nanti ada saatnya Allah menguji dengan caci, akan ada saatnya pula Allah menguji dengan puji. Dua-duanya ujian.

Pujian orang tidak berarti kita sukses dan cacian orang tidak berarti kita gagal. Kegagalan adalah kalau kita riya buka karena Allah. Kesuksesan adalah kalau kita ikhlas karena Allah.

Iklan


No Responses Yet to “Sandaran Hati, Sandaran Hidup”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: