“Bisnis” dengan Allah

07Nov09

heru haidirR“Barangsiapa yang bersyukur, Allah akan menambah nikmat lainnya, sebaliknya jika kufur, azab Allah amat sangat pedih.” Mudah-mudahan kita termasuk kepada hamba-hamba Nya yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat apapun dalam situasi apapun.

Sedekah merupakan salah satu aplikasi bersyukur yang luar biasa. Yang Allah perintahkan kepada hamba-Nya salah satunya di Surat Al-Baqoroh : 261. Ibarat sebuah “bisnis” yang sangat menguntungkan di jalan Allah, menguntungkan tidak sekedar materi, akan tetapi menguntungkan untuk lahir dan bathin. Dengan sedekah maka akan bertambah, bertambah, dan bertambah.

Sedekah harus menjadi karakter bagi setiap Muslim yang ingin selalu dekat dengan Allah, di saat lapang ataupun di saat sulit sekalipun. Inilah barangkali mengapa Rasulullah menyerukan kepada sahabatnya yang tengah bersiap pergi menuju medan perang Tabuk agar mengeluarkan sedekah.

Seruan itu disambut oleh para sahabat dengan begitu antusias. Ada Abdurrahman bin Auf, yang menyerahkan separuh hartanya untuk digunakan di jalan Allah. Juga ada Usman bin Affan, yang tanpa ragu menggunakan hartanya untuk melengkapi peralatan dan pakaian bagi mereka yang akan berperang. Adapun Ali bin Abi Thalib ketika itu hanya memiliki empat dirham. Ia pun segera menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang, satu dirham secara terang-terangan dan satu dirham lagi secara diam-diam.

Mengapa para sahabat begitu antusias dan spontan menyambut seruan Rasulullah tersebut? Ini karena selain mereka yakin akan balasan yang berlipat dari Allah dan Rasul-Nya, mereka-para sahabat-juga meyakini, bersedekah adalah bukti ketaatan dan kepatuhan mereka kepada Allah. Bukti pengabdian dan cinta hanya kepada-Nya. Sehingga apapun yang Allah perintahkan melalui Rasulnya, mereka tanpa ragu laksanakan.

Tentu saja tidak salah bila mengharapkan balasan yang berlipat akan sedekah yang kita keluarkan. Manfaat bersedekah sebagai penolak bala dan penyubur pahala memang merupakan janji dan jaminan Allah, tidak perlu kita ragukan. Namun, akan lebih baik bila sedekah dapat diartikan sebagai sarana untuk semakin dekat kepada-Nya. Bersedekah adalah jalan memupuk keikhlasan semata-mata karena Allah, bukti kepatuhan dan cinta seorang hamba kepada Khaliknya.

Mudah-mudahan Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang memiliki kesanggupan menyedekahkan sebagian harta dengan keikhlasan dikala lapang maupun sempit.

Iklan


No Responses Yet to ““Bisnis” dengan Allah”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: